Kamis, 05 September 2013

Pertemuan IP ke-5: Melupakan Ketelitian Pekerjaan

(atas) Jansen - Clay - Kevin - Benny - Erdo
(bawah) Otto - Marcelina - Levina - Yurisa - Bryan

Pada malam hari ini, Rabu, 4 September 2013, pertemuan IP ke-5 dimulai lebih malam lagi daripada hari kemarin, yaitu pada pukul 19.15 WIB. Seperti biasanya, pertemuan IP ke-5 ini kami mulai dengan berdoa dan menyanyikan lagu Mars Prasetiya Mulya. Acara lalu dilanjutkan dengan penampilan parodi dari kelompok 12 yang merupakan the worst team dari pertemuan IP yang lalu. Tema dari parodi yang ditampilkan oleh kelompok 12 adalah Pujangga”. Tema tersebut merupakan tema yang sulit, tetapi kelompok 12 dapat membawakan drama parodi dengan baik dan membuat seisi ruangan menjadi penuh dengan tawa karena rayuan-rayuan gombal yang mereka siapkan.

Setelah parodi ditampilkan, acara dilanjutkan dengan penampilan yel-yel tiap kelompok yang merupakan puncak acara dari IP hari ke-5 ini. Masing-masing kelompok menampilkan yel mereka dengan semangat dan kompak. Kami juga telah mempersiapkan yel kami sebelumnya, namun sayangnya kami tidak diberi kesempatan untuk menampilkan yel yang telah kami siapkan tersebut karena banyak juga kelompok lain yang ingin menampilkan yel kelompok mereka masing-masing.

Di selang pertunjukan yel-yel, kakak-kakak Lodestar dipanggil. Kami tidak tahu mengapa para Lodestar dipanggil. Kami berprasangka mungkin saja mereka ada pertemuan singkat. Sebelum para Lodestar kembali, ternyata kakak-kakak Penegak Disiplin juga dipanggil untuk mengumpulkan nilai masing-masing kelompok. Kami sangat berharap kami dapat mendapatkan poin yang cukup banyak dari tugas yang telah kami selesaikan. Kami semua telah membuatnya dengan sepenuh kemampuan kami masing-masing dan mengumpulkannya tepat waktu.

Setelah kakak-kakak Penegak Disipin dan Lodestar keluar, acara pertunjukan yel-yel kembali dilaksanakan dan masing-masing kelompok mulai menampilkan yel-yel mereka dengan penuh semangat dan kompak. Kami mencoba mengajukan diri kembali untuk menampilkan yel kami, tapi kami tetap kurang beruntung.

Setelah yel beberapa kelompok ditampilkan, MC memberikan kesempatan kepada Kak Wandi untuk menyampaikan revisi acara yang kemudian mempersilakan Kak Hagi untuk menyampaikan evaluasi terhadap angkatan kami. Kak Hagi mengatakan bahwa banyak anak yang kurang sopan dalam meminta wawancara kepada kakak kelasnya dengan pura-pura akrab, bahkanada pula yang bertanya kepada kakak kelas langsung dengan mengucapkan Udah ada yang booking belum?” tanpa “Permisi,” atau kata sopan lainnya. Hal itu membuat Kak Hagi dan para panitia Penegak Disipin kecewa. Kak Hagi menyampaikan pesan agar kita harus berperilaku sopan dalam melakukan wawancara dengan kakak kelas angkatan tahun 2010, 2011, dan 2012.

Di akhir acara Kak Enggar dan Kak Hagi mulai mengevaluasi tugas essai kita dan mengatakan bahwa kita melakukan banyak kesalahan. Ada dua anak yang tidak mengumpulkan essai, satu anak mengumpulkan tugas dalam bentuk softcopy dengan menyodorkan flashdisk-nya, dan sebagian besar dari kami salah membuat tugas essai, seperti salah dalam bentuk format teks, kurang memperhatikan EYD, dan bahkan ada yang salah menuliskan nama Prasetiya Mulya.

Karena kesalahan-kesalahan ini, kami menjadi kecewa atas peraihan poin kami yang menjadi minus lagi, tidak sesuai yang kami harapkan. Namun di sini kami belajar bahwa kami perlu membenahi diri kami dalam membuat suatu karangan, terutama dalam hal tata bakunya. Sebagian besar dari kami kurang memperhatikan aturan EYD dan kosakata resmi yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Keterampilan ini jelas kami butuhkan dalam mebuat tugas-tugas skripsi yang diberikan saat perkuliahan nanti.

Pembicaraan kemudian dilanjutkan oleh Kak Wandi yang menyampaikan bahwa hari ini tidak ada tugas. Kami tidak mendapatkan tugas karena hanya dua orang dari kami yang tidak membuat essai dan kami dinilai cukup bertanggung jawab akan tugas yang telah diberikan kepada kami untuk hari ini. Kami merasa sangat senang karena dapat menyelesaikan tugas-tugas kami yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar