Hari ini,
Sabtu, 14 September 2013 merupakan hari terakhir IP kami. Kami sungguh merasa
bahagia karena kami bisa melalui masa-masa IP dengan sangat baik. Tugas yang
menumpuk dari kakak-kakak panitia dan memperbanyak tugas dari kuliah kami
akhirnya tuntas.
Hari ini
kami awali dengan berkumpul di ruang IP seperti biasanya namun menggunakan
setelan jas layaknya orang bisnis. Kami yang laki-laki menggunakan kemeja lengan
panjang, dasi, jas, dan celana panjang, dan yang perempuan menggunakan kemeja
dan setelan jas yang khusus wanita. Ruang IP seakan-akan menjadi gedung kantor
Prasmulyan angkatan 2013.
Setelah
melakukan ritual seperti biasanya – doa awal kegiatan dan menyanyikan lagu Mars
Prasetiya Mulya – kami masuk ke dalam acara Make Your Own Product (MYOP). Dalam
acara ini, panitia memilih sepuluh kelompok yang memiliki business plan terbaik dari
68 kelompok IP 2013 untuk maju presentasi di depan. Walau kami merasa kecewa
karena kelompok kami sudah mempersiapkan diri (sebagai siaga jika kami
dipanggil) tetapi tidak maju, kami tetap bangga melihat ide-ide kreasi kelompok
yang maju yang luar biasa – tak terpikirkan oleh kami. Ada yang membuat ide
bisnis membuat es krim jamu, asuransi travel, car freshner, es cendol kemasan, dan lainnya.
Acara
dilanjutkan dengan demo dari berbagai Student Activity Club (SAC) dan komunitas
yang ada di Prasetiya Mulya. Ada SAC futsal, basket, tenis, bulu tangkis,
memasak, paduan suara, public speaking (ICC),
fotografi (APOChromatic), musik, tari tradisional, break dance (Allegro), komunitas AIESEC, komunitas OWL, hingga bela
diri seperti Muay Thai dan Traditional Indonesian Martial Art (TIMA). Kakak-kakak
kelas yang menjadi pengurus SAC mempresentasikan kami apa yang biasa dilakukan
dalam SAC tersebut dan manfaat atau hasil yang didapat jika mengikuti SAC
tersebut. Hal ini dilakukan agar selain menarik minat angkatan 2013 untuk masuk
ke dalam klub-klub tersebut, mahasiswa Prasetiya Mulya angkatan 2013 bisa
mendapatkan informasi lebih mengenai klub-klub tersebut.
Setelah
menyimak tiap klub yang ada tersebut, kami diwajibkan untuk memilih salah satu
dan maksimal dua dari klub-klub tersebut. Hal ini dilakukan agar kami sebagai
mahasiswa Prasetiya Mulya juga mau untuk mengembangkan potensi non akademis
kami selain potensi akademis yang dilakukan dalam perkuliahan. Pendaftaran
anggota klub dilakukan dengan cara menuliskan data pribadi yang diperlukan di
stan-stan tiap klubnya. Stan digelar di study
hall (Hadi Budiman Hall).
Acara pada hari
ini ditutup dengan penutupan IP 2013 yang menandakan berakhirnya program IP
untuk tahun ini (tidak ada IP di hari-hari selanjutnya). Penutupan dilakukan
dengan penunjukkan hasil perolehan poin, film pendek mengenai IP 2013, dan
sepatah kata dari ketua IP 2013 dan Mas Farrel. Dengan ini pula, kami,
Prasmulyan angkatan 2013 diterima sebagai “anak bungsu” yang lebih matang dan
siap untuk berkembang di kampus ini.
Dalam
akumulasi poin dari hari-hari IP berjalan, kelompok 25 yang diketuai Chifa
menang sebagai kelompok terbaik (poin terbanyak). Kami sedikit kecewa dengan
perolehan poin kami yang tidak masuk dalam separuh tertinggi. Hal ini bisa
disebabkan karena poin kami yang banyak berkurang di hari terakhir ini. Dimulai
dari Kevin yang mengunjungi “pesta ulang tahun neneknya” yang dari Korea
Selatan, Clay datang terlambat, dan Otto yang memecahkan telur di saat-saat
terakhir, saat mendengarkan presentasi MYOP. Semangat “poin didapat untuk
ditukarkan” sangat kami jalankan pada hari ini.
Walau
bukan menjadi kelompok yang terbaik, termasuk peringkat setengah ke bawah dalam
program IP ini, kami tetap senang dan bangga dalam persatuan kelompok kami yang
kokoh. Banyak suka-duka yang kami alami bersama dalam IP ini bersama kakak lodestar kami, Leonardus Nugraha. Banyak pula petuah dan nasehat yang diberikan oleh kakak PD kami, Julius Linardi untuk diri kami ke depan. Akhir
dari IP ini bukanlah akhir dari persatuan kelompok kami, namun menjadi awal
persatuan kami dalam bekerja sama menghadapi perkuliahan yang sesungguhnya.


















