Mulai dari hari Rabu, 28 Agustus
2013 hingga Jumat, 30 Agustus 2013 kami mengikuti acara outbound di Jatiluhur. Berbekal barang bawaan yang perlu kami
siapkan, kami siap berkumpul di kampus Prasetiya Mulya pada pukul 5 pagi untuk
berangkat ke lokasi.
Jauhnya lokasi dan jalanan yang buruk di daerah lokasi outbound memaksa kami untuk menaiki tronton tentara selama 5,5 jam dengan “atraksi wahana Dufan” – seisi tronton bergejolak tidak karuan hingga susah untuk duduk dengan stabil. Kami turun tergesa-gesa dan lari secepat mungkin karena dibentak oleh para KOSTRAD saat tiba di lokasi untuk berbaris di lapangan untuk melakukan upacara pembukaan acara outbond.
Jauhnya lokasi dan jalanan yang buruk di daerah lokasi outbound memaksa kami untuk menaiki tronton tentara selama 5,5 jam dengan “atraksi wahana Dufan” – seisi tronton bergejolak tidak karuan hingga susah untuk duduk dengan stabil. Kami turun tergesa-gesa dan lari secepat mungkin karena dibentak oleh para KOSTRAD saat tiba di lokasi untuk berbaris di lapangan untuk melakukan upacara pembukaan acara outbond.
Acara dilanjutkan dengan long march ke kamp. Jarak yang jauh,
medan yang buruk, dan terik matahari yang panas menjadi tantangan yang cukup
berat bagi kami. Hal ini sama persis dengan kondisi yang akan kami hadapi
selama perkuliahan – tidak boleh pantang menyerah dan beristirahat lama-lama
untuk menyelesaikan studi di Prasmul selama 4 tahun. Kamp KOSTRAD yang kami
lihat mengakhiri rasa lelah kami bak wisuda lulus kuliah.
Hari-I: Planning
Planning, dapat diartikan sebagai rencana ataupun persiapan, harus dibuat dari awal. Inilah yang kami lakukan dan alami pada hari-I outbound. Kami semua dipersiapkan oleh KOSTRAD – baik secara fisik, mental, maupun aturan-aturan yang berlaku – agar dapat mengikuti acara outbound dengan baik, bersikap lebih sigap, dan cepat dalam bertindak.
Hal pertama yang dipersiapkan secara tegas di kamp adalah tata cara makan. Kami semua diatur agar tidak bersikap seperti orang rendahan – tetap memiliki etika dan sopan santun. Di sini kami belajar bahwa kita yang kehidupannya sudah mampu, bisa beli makanan sebanyak-banyaknya, tidak boleh menyia-nyiakan makanan yang kita ambil. Seberapapun yang diambil harus menjadi tanggung jawab pribadi untuk dihabiskan. Begitu pula dengan tugas dan tanggung jawab yang harus diterima baik saat kuliah maupun setelah lulus nanti. Kita juga harus mau membantu orang lain semampu kita tanpa segan jika melihat ada yang belum menyelesaikan tugasnya, seperti membantu menghabiskan makanan teman sebelahnya setelah menyelesaikan makananannya sendiri.
Planning, dapat diartikan sebagai rencana ataupun persiapan, harus dibuat dari awal. Inilah yang kami lakukan dan alami pada hari-I outbound. Kami semua dipersiapkan oleh KOSTRAD – baik secara fisik, mental, maupun aturan-aturan yang berlaku – agar dapat mengikuti acara outbound dengan baik, bersikap lebih sigap, dan cepat dalam bertindak.
Hal pertama yang dipersiapkan secara tegas di kamp adalah tata cara makan. Kami semua diatur agar tidak bersikap seperti orang rendahan – tetap memiliki etika dan sopan santun. Di sini kami belajar bahwa kita yang kehidupannya sudah mampu, bisa beli makanan sebanyak-banyaknya, tidak boleh menyia-nyiakan makanan yang kita ambil. Seberapapun yang diambil harus menjadi tanggung jawab pribadi untuk dihabiskan. Begitu pula dengan tugas dan tanggung jawab yang harus diterima baik saat kuliah maupun setelah lulus nanti. Kita juga harus mau membantu orang lain semampu kita tanpa segan jika melihat ada yang belum menyelesaikan tugasnya, seperti membantu menghabiskan makanan teman sebelahnya setelah menyelesaikan makananannya sendiri.
Persiapan pada hari-I tidak hanya diberikan
dari KOSTRAD saja. Kami juga diberikan kesempatan oleh Kak Ardi dan Kak Pinkan,
dua GI kami, untuk mempersiapkan kelompok kami untuk mencapai tujuan kelompok.
Kami diberikan arahan bahwa untuk mencapai sukses kami perlu menentukan
tujuan/target kami. Target yang kami inginkan harus mengikuti kaidah SMART (Spesific, Measurable, Attainable, Realistic, Time-scale) kemudian
dituliskan dalam sebuah apel. Agar target tersebut tercapai, perlu adanya
aturan yang berlaku dalam kelompok.
Refleksi atau renungan malam menjadi
persiapan dari KOSTRAD untuk kami yang kedua. Pola pikir kami yang membenci dan
tidak sopan kepada orang-orang yang lebih tua, terutama orang tua sendiri,
diubah dan dibuka bahwa tindakan-tindakan mereka yang mungkin membuat kami kesal
sebenarnya memiliki makna tertentu. Kita perlu menghargai jerih payah orang tua
kita agar dapat membesarkan kita dalam kehidupan yang aman dan nyaman, walau
harta didapat dari hasil korupsi. Rasa takut basah kena air waduk yang
berlumpur dan berbusa menambah kesadaran kami bahwa kami sebenarnya orang-orang
yang tidak berdaya tanpa mereka, sama jijiknya dengan air waduk yang kami
takutkan.
Hidup kami juga tak
akan seaman dan senyaman ini jika bendera merah putih tidak dapat berkibar
hingga hari ini walau hidup bersama orang tua. Kita mendapatkan sokongan dari
para pahlawan yang jerih payah memerdekakan bangsa Indonesia. Sebagai seorang
calon pebisnis, kami sadar bahwa kami perlu membayar utang budi mereka dengan ikut
membangun negeri ini juga.
Hari-II: Process
Acara utama pada hari ini adalah
Business-Day – kami harus berusaha keras untuk mendapatkan poin dari rappling, rowing, hiking, dan games agar dapat makan siang dan beli
bahan-bahan untuk membuat maket. Pada hari inilah kami melakukan process – kerja kelompok dalam satu tim
sesuai dengan aturan dan rencana (planning)
yang dipegang agar mencapai target yang kami inginkan.
Keempat kegiatan tersebut
menggambarkan tugas yang berbeda karakteristik. Dalam games, kami diajak agar dapat berkomunikasi antar anggota dengan
baik – mau disuruh oleh pimpinan, memberikan pendapat, pimpinan mengerti
anggota, dan lainnya. Dalam rappling,
di mana kami harus menentukan urutan giliran siapa yang melakukannya, kami
diajar agar dapat menyusun strategi dengan baik dalam menyusun suatu tugas.
Dalam rowing dan hiking, kami dituntut agar dapat bekerja sama secara bersamaan,
saling memotivasi, sehingga tugas dapat rampung lebih cepat.
Maket menjadi tujuan utama dalam
acara ini, bukan empat kegiatan tersebut. Tiap kelompok harus membuat sebuah
bangunan dari koran bekas yang alat dan bahannya bisa didapat dengan menukar
poin yang telah didapat. Sangat persis menyimulasikan praktek berbisnis yang
ada saat ini – menentukan alat dan bahan yang dapat dibeli, bekerja efektif dan
efisien, buat perjanjian dengan kelompok lain, inflasi pasar, dan lainnya
hingga akhirnya saling berebut. Padahal bisa saja kita membangun sebuah bisnis
yang bersifat sinergi, bukan 100% saling sikut-menyikut bisnis lainnya.
Hari-III: Proceeds
Dua malam terlewati dengan bentakan dan ledakan yang dibunyikan pada pukul 02.00 pada malam terakhir. Kami semua kaget, lari luntang-luntung tak karuan ke lapangan helipad, bolak-balik untuk mengambil barang pribadi yang tertinggal di barak. Hingga sekitar pukul 05.00 pengepakan barang untuk pulang selesai dilakukan.
Dua malam terlewati dengan bentakan dan ledakan yang dibunyikan pada pukul 02.00 pada malam terakhir. Kami semua kaget, lari luntang-luntung tak karuan ke lapangan helipad, bolak-balik untuk mengambil barang pribadi yang tertinggal di barak. Hingga sekitar pukul 05.00 pengepakan barang untuk pulang selesai dilakukan.
Pagi ini diinstruksikan untuk
mencari banyak pipa di semak-semak. Mudah didengar, sulit dilakukan. Semangat
pantang menyerah dan ketelitian diuji dengan rimbunan semak berduri dan
serangga-serangga pengganggu. Tidak hanya itu, setelah semua pipa yang
ditemukan terkumpul, semangat kebersamaan untuk membangun saluran air Desa
Unggul juga diuji sehingga tidak ada air yang bocor. Walau tidak sebanyak yang
diharapkan, pada akhirnya Prasmulyan 2013 dalam outbound gelombang II berhasil melakukannya.
Inilah kami, kelompok 41.
Setelah mempersiapkan diri dan disiapkan dari pihak PAC dan KOSTRAD, melakukan kegiatan
yang membutuhkan tingkat kerja sama yang tinggi, kami menjadi kelompok yang
lebih solid dari sebelumnya. Kami menjadi lebih terbuka dan mengetahui
kelebihan dan kelemahan masing-masing. Inilah kami, yang juga lebih terbuka untuk
berinteraksi dengan kelompok lain, saling tolong-menolong walau dihadapkan pada
tugas yang sama dan tingkat kompetisi yang tinggi. Inilha kami, apa yang kami
inginkan pada hari-I outbound ini.
Planning, Process, Proceed. Itulah yang kami bayangkan mengenai outbound yang telah kami lalui ini. Tiga hal yang kami butuhkan dalam mencapai kesuksesan dibungkus dalam acara outbound selama 3 hari 2 malam yang sangat melelahkan namun seru dan menantang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar