Minggu, 08 September 2013

Pertemuan IP ke-8: Treasure Hunt, Hari IP Terbahagia

(atas) Erdo - Clay - Levina - Marcelina - Yurisa
(bawah) Jansen - Benny - Otto - Kevin - Bryan
Kami sedang menirukan gaya "tangan gatal" yang dipopulerkan oleh Kak Wening

Hari Sabtu, 7 September 2013 ini adalah hari ke-8 Introductory Program. Kami semua berkumpul di kampus, tepatnya di lapangan olahraga tempat IP dimulai, pada pukul 8 pagi, kecuali Yurisa dan Otto. Mereka datang telat karena harus mencetak tugas CV dan cover letter yang harus dikumpulkan saat itu juga. Hal ini disebabkan karena terjadi miskomunikasi oleh Otto kepada Yurisa sehingga tugas CV dan cover letter milik anggota lainnya tidak segera dicetak dan akhirnya terlambat.

Walau datang terlambat dan tugas telat terkumpul, kami senang karena kami dapat mengumpulkan semua tugas yang telah kami buat hingga larut dini hari pada hari ini. Kami juga senang dapat membawa berbagai macam tanaman hijau sebagai hadiah kami untuk ulang tahun Prasetiya Mulya yang ke-31 agar dapat ditanam di area kampus sebagai program penghijauan wilayah kampus sehingga lebih terasa teduh. Mas Farrel menyampaikan bahwa tanaman-tanaman ini adalah kado terindah bagi Prasetiya Mulya dari angkatan 2013.

Kami diberi info bahwa IP hari ini berbeda dengan IP biasanya karena hari ini kami melakukan Treasure Hunt. Treasure Hunt adalah game yang diselenggarakan oleh kakak-kakak panitia di mana kami harus mendatangi 10 pos jaga dan melakukan games yang bermanfaat bagi kinerja kelompok kami. Dari 68 kelompok, kami semua dibagi menjadi 7 kelompok besar untuk memainkan game ini. Kami masuk kedalam kelompok Budi Handuk yang berisi dari kelompok 36 sampai kelompok 42. Ini sangat menyenangkan karena kami dapat berinteraksi dengan kelompok lain dan menghilangkan kejenuhan kami dari tugas-tugas yang menumpuk.

Walau terkesan sangat menyenangkan di depan, beberapa dari kami merasakan beberapa ketakutan juga. Hal pertama yang kami takutkan adalah masalah kurang tidur. Walau kami telah diperingatkan oleh kakak-kakak panitia untuk cukup tidur agar dapat menghadapi Treasure Hunt ini (tidak diberitahukan saat malam itu), kami tetap tidak tidur cukup agar dapat menyelesaikan tugas CV dan cover letter yang menjadi tanggung jawab kami masing-masing. Hal kedua yang kami takutkan adalah tidak sarapan sebelum acara dimulai. Bisa menjadi cukup fatal jika tidak memiliki asupan yang cukup sebelum melakukan aktivitas yang cukup berat seperti Treasure Hunt. Namun, apapun bentuk ketakutan tersebut, kita harus dapat mengikuti Treasure Hunt dengan baik hingga selesai.

Ada 10 permainan yang kami ikuti. Beberapa di antaranya adalah permainan si buta, si bisu, dan si tuli, “make your own dragon”, perahu kertas, simpul tangan, tebak lagu, tebak biodata masing-masing anggota, menyeberangkan ember, cerdas cermat, dan permainan-permainan lainnya. Semua permainan tersebut memiliki nilai, pesan, dan moral tertentu yang sangat kami perlukan dalam meningkatkan kinerja kelompok kami. Perincian mengenai hal ini akan disampaikan melalui post berikutnya yang akan membahas mengenai acara Treasure Hunt yang kami alami secara khusus. (link diberikan di sini)

Setelah acara Treasure Hunt selesai, kami semua diminta untuk berkumpul kembali di lapangan olahraga. Walaupun terasa lelah, kami sangat senang telah mengikuti semua permainan dalam Treasure Hunt tadi. Tidak hanya karena kami dapat mengumpulkan 71 poin tambahan karena menang menjadi 3 besar dalam beberapa permainan, kami juga senang karena tidak ada di antara kami yang celaka akibat kurang tidur dan tidak sarapan tadi. Kami semua telah melalui ketakutan kami dengan penuh semangat dan saling mendukung antar anggota.

Secara keseluruhan, hari ini adalah hari yang paling menyenangkan sepanjang IP yang telah kami lalui. Tidak ada marahan-marahan atauapun bentakan-bentakan dari kakak-kakak PD. Bahkan sebaliknya: Kakak Wandi ikut bebas lepas ceria bersama kami semua, angkatan 2013, dan kakak-kakak MC, hingga kakak-kakak PD yang ikut melihat apa yang terjadi di panggung pun ikut tertawa lebar. Kebahagiaan ini hadir karena adanya gerakan “selamat pagi” dan “tangan gatal” yang baru diajarkan oleh Kakak Wening, serta kehadiran mesin blower yang membuat seluruh seisi ruangan menjadi katrok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar