Seperti
yang telah kami tuliskan di post sebelumnya bahwa hari Sabtu, 7 September 2013
kemarin kami melakukan Treasure Hunt. Treasure Hunt adalah game yang
diselenggarakan oleh panitia IP untuk kami mahasiswa/i baru tahun 2013 yang
berisikan 10 pos jaga yang harus kami datangi sesuai dengan petunjuk yang
diberikan. Tidak hanya itu, kami juga harus melakukan permainan yang disediakan
tiap-tiap pos yang berhadiah harta karun alias pesan moral. Dari 68 kelompok,
kami dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Kelompok kami, Budi Handuk, yang
terdiri dari kelompok 36 sampai 42.
Pertama, kami mendapatkan clue "T.P.A.P.M.B.S". Pada
awalnya kami tersesat hingga mengelilingi seluruh kampus. Setelah kami sampai
di pos tersebut, yang teryata berada tepat di depan ruang IP, kami langsung
disuruh untuk mengambil atribut kami–sampah yang kami kumpulkan seperti kaleng,
kertas bekas, dan plastik kemasan. Peraturan dari permainan ini adalah si buta
diinstruksikan untuk mengambil sampah yang diberi tahu lokasinya oleh si tuli dan
si tuli diberi instruksi oleh si bisu tentang posisi sampah tersebut. Kami
sangat bersemangat memainkan permainan ini walau sulit dimainkan hingga kami
tidak dapat memasukkan satu sampah pun ke dalam tempatnya. Di sini kami belajar
untuk lebih memercayai teman kami yang memberi instruksi dan bergerak cepat.
Setelah selesai dari pos ke-8,
kami langsung menuju ke pos ke-9 dengan clue “Tempat yang paling dekat dengan
dapur”, yakni di belakang kantin. Nama dari pos ini adalah “Make your own
dragon”. Di pos ini, kami memainkan game menyambungkan barang-barang yang
kami miliki selain tas dan name
tag IP. Kami memainkan game ini dalam dua ronde. Dalam ronde
ke-2, kami bergabung dengan kelompok lainnya yang merupakan kelompok terpanjang
dalam ronde pertama. Namun pada hasilnya, kami mendapatkan juara terakhir
karena kami terlalu meremehkan dan kurang sigap.
Berbekal
clue “Semua berawal dari sini” yang
didapat dari pos ke-9, kami pun pergi menuju lobi utama Prasmul untuk bermain game “perahu kertas”. Di pos ke-10 ini,
kami bermain dengan koran bekas yang digunakan sebagai pijakan untuk berjalan
menuju lokasi seberang (garis finis) tanpa menginjak tanah. Kita hanya disediakan
3 lembar koran, oleh karena itu kami perlu menyusun strategi dan kerja sama
yang tinggi di antara anggota, seperti saling mengingatkan dan sabar. Strategi
yang kami gunakan yaitu merobek semua
koran menjadi beberapa bagian sehingga jumlah koran dapat dipakai untuk
berjalan lebih mudah. Pada akhirnya kami menang sebagai juara I dalam permainan
ini.
Kami
pun melanjutkan ke pos berikutnya di mana kami harus memainkan game “tebak lagu”. Di pos ini, ada anggota
kelompok kami yang maju dan menggerakkan tubuh mereka untuk memberikan petunjuk
tentang lagu yang dimaksud oleh kakak-kakak PD dan Lodestar. Setelah berhasil
ditebak, maka harus berganti anggota dengan anggota yang akan maju selanjutnya.
Kami tidak mencapai target untuk menebak 25 lagu (hanya 20 lagu terjawab). Dalam
permainan ini, kami mendapatkan pelajaran moral di mana kerja sama dalam saling
mengerti satu sama lain dalam kelompok dan fokus sangat diperlukan.
Selanjutnya
kami menuju ke pos ke-2. Petunjuk “No slippers, no backpack” menuntun kami
untuk pergi ke perpustakaan. Di pos ini kami diminta untuk memainkan games
berhitung di mana saat berhitung pada angka kelipatan 3 ataupun angka yang
menganndung angka 3 (seperti 3, 6, 13, dan lainnya) kami harus mengucapkan
“Dor!”. Dengan pengawasan dari Kak Andi, kami menghitung angka-angka tersebut.
Kami cukup kesal saat harus mengulang kembali dari awal jika salah berhitung
dan hanya mencapai angka 43 saja, bahkan menurun menjadi 40 saat di ronde ke-2.
Di sini sangat jelas bahwa kami dituntut untuk memiliki tingkat fokus yang
tinggi untuk memperhatikan kelompok sehingga tugas dapat dilanjutkan secara
terus-menerus dan tidak perlu pengulangan
Seusai menuntaskan
pos ke-5 kami, kami mendapat clue “Aku
berada di telur yang dapat berisikan 450 orang” untuk bisa sampai ke post berikutnya.
Sesampainya di lokasi, R. Auditorium, kami diajak untuk membuat satu
lingkaran, bersalaman dengan teman di seberangnya dengan tangan kanan, kemudian
tangan kiri bersalaman dengan teman di sampingnya. Kedua tangan itu tidak boleh
dilepas hingga menjadi suatu lingkaran. Di sini kita diajarkan untuk bisa
menghadapi dan menyelesaikan masalah yang kita alami. Bagaikan sebuah benang
yang kusut, jika kita tidak menyelesaikannya dengan baik, maka masalah itu
tidak akan pernah usai. Komunikasi yang baik juga adalah kunci untuk
menyelesaikan semua masalah itu.
Setelah waktu istirahat selesai pada pukul satu siang, kami melanjutkan Treasure
Hunt kami ke lantai 3. Kami mendapat clue
“Aku berada di lantai 3 dan dapat digabung dengan ruangan lainnya” yang
mengarahkan kami ke ruang 301-303. Kami semua diarahkan untuk masuk ke dalam
ruangan dan duduk dengan teratur, satu kelompok mejadi dua banjar. Kak Icat menjelaskan
bahwa kami akan memainkan game “cerdas
cermat”. Permainan ini dibagi dalam dua babak di mana pada babak pertama,
kelompok kami mendapatkan nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan yang
lain. Tetapi pada babak ke-2, kelompok kami jarang menjawab dengan benar
sehingga kelompok kami merosot ke peringkat ke- 4 di akhir permainan. Tetapi
kami tetap puas dengan hasil tersebut karena kami sudah berusaha secara
maksimal dan mendapatkan moral di permainan ini: kami harus memiliki kemampuan
untuk mendengarkan orang lain dan memberikan orang lain kesempatan untuk
berbicara. Tidak hanya itu, kami bisa mengenal Prasetiya Mulya Business School menjadi
lebih dalam lagi.
Kami
diberi petunjuk “Prasmuliyan dapat bertanya apa saja kepadaku “ seusai dari pos ke-7 kami. Kami
berjalan ke depan kantor administrasi Prasetiya Mulya yang berada di gedung
William Soerjadjaja. Di sana, kakak-kakak PD, Lodestar, dan panitia lain telah
menunggu kami. Kami diperintahkan untuk mengumpulkan kertas biodata kami, dan
menggunakan buku tulis dan alat tulis kami untuk memainkan game tersebut. Dalam pos ini kami diberikan pertanyaan mengenai
data dari salah satu anggota kelompok kami dan menuliskannya di buku tulis.
Kami diberikan waktu 5 menit untuk menghafal biodata seluruh anggota kelompok
kami. Saat anggota yang biodatanya akan
ditanyakan, anggota tersebut harus maju satu langkah dan anggota lainnya harus
menuliskan data diri yang ditanya di kertas selama 5 detik. Game ini sangat menarik. Kami harus
mengingat biodata anggota kelompok kami sehingga menjadi semakin akrab.
Akhirnya kami hanya mendapatkan 6 poin dari target 7 poin. Walau kami tidak
menang, kami sangat senang.
Di pos ke-6, kami
melihat banyak ember yang berisikan air dan tali rafia yang dipegang oleh
kakak-kakak panitia. Dengan ember dan tali raffia tersebut, kami diminta untuk mengangkat
ember tersebut dengan tali rafia yang dipegang dengan satu tangan saja, tanpa
memegang ember dan membuat simpul pada tali. Walau mendapatkan sedikit masalah
di saat-saat pertama, kami tetap dapat mengatasinya dengan sigap sehingga ember
dapat diangkat dengan mudah dan berhasil menjadi kelompok tercepat kedua. Tidak
terbayangkan oleh kami yang awalnya kalah start. Melalui permainan ini kami
belajar bahwa kami harus konsentrasi, sabar, teliti, dan mempunyai komunikasi
yang baik antar anggota.
Setelah
usai melewati pos ke-7, kami diberikan petunjuk “Tiga awan oranye”. Ternyata study hall menjadi lokasi terakhir kami,
pos “Prasmul Pintar”. Di pos ini, kami diminta untuk memainkan game
yang sangat mirip dengan acara televise EatBulaga, di mana kami harus
memberikan clue ke salah satu teman
kami dengan hanya menjawab tiga kata – ya, tidak, dan bisa jadi. Apabila pemberi
petunjuk memberikan clue di luar tiga
kata tersebut, maka pasangan harus bertukar dengan pasangan berikutnya. Kami
gagal di pos ini. Kami tidak dapat menjawab satu pun pertanyaan yang ada. Game EatBulaga ini mengajarkan kami
untuk fokus mendengarkan orang lain, berpikir cepat, dan berwawasan luas.
Seusai
dari pos ini, kami pun kembali ke ruangan IP untuk melanjutkan acara. Dalam
keletihan dan rasa kantuk, kami sangat senang dan puas dengan permainan yang
telah kami selesaikan ini. Kami puas dengan jumlah poin yang kami kumpulkan
dalam Treasure Hunt ini – 71 poin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar