Selasa, 17 September 2013

Pertemuan IP ke-11: Semangat Kebahagiaan, Kebersamaan, dan "Poin untuk Ditukar"

Hari ini, Sabtu, 14 September 2013 merupakan hari terakhir IP kami. Kami sungguh merasa bahagia karena kami bisa melalui masa-masa IP dengan sangat baik. Tugas yang menumpuk dari kakak-kakak panitia dan memperbanyak tugas dari kuliah kami akhirnya tuntas.

Hari ini kami awali dengan berkumpul di ruang IP seperti biasanya namun menggunakan setelan jas layaknya orang bisnis. Kami yang laki-laki menggunakan kemeja lengan panjang, dasi, jas, dan celana panjang, dan yang perempuan menggunakan kemeja dan setelan jas yang khusus wanita. Ruang IP seakan-akan menjadi gedung kantor Prasmulyan angkatan 2013.

Setelah melakukan ritual seperti biasanya – doa awal kegiatan dan menyanyikan lagu Mars Prasetiya Mulya – kami masuk ke dalam acara Make Your Own Product (MYOP). Dalam acara ini, panitia memilih sepuluh kelompok yang memiliki business plan terbaik dari 68 kelompok IP 2013 untuk maju presentasi di depan. Walau kami merasa kecewa karena kelompok kami sudah mempersiapkan diri (sebagai siaga jika kami dipanggil) tetapi tidak maju, kami tetap bangga melihat ide-ide kreasi kelompok yang maju yang luar biasa – tak terpikirkan oleh kami. Ada yang membuat ide bisnis membuat es krim jamu, asuransi travel, car freshner, es cendol kemasan, dan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan demo dari berbagai Student Activity Club (SAC) dan komunitas yang ada di Prasetiya Mulya. Ada SAC futsal, basket, tenis, bulu tangkis, memasak, paduan suara, public speaking (ICC), fotografi (APOChromatic), musik, tari tradisional, break dance (Allegro), komunitas AIESEC, komunitas OWL, hingga bela diri seperti Muay Thai dan Traditional Indonesian Martial Art (TIMA). Kakak-kakak kelas yang menjadi pengurus SAC mempresentasikan kami apa yang biasa dilakukan dalam SAC tersebut dan manfaat atau hasil yang didapat jika mengikuti SAC tersebut. Hal ini dilakukan agar selain menarik minat angkatan 2013 untuk masuk ke dalam klub-klub tersebut, mahasiswa Prasetiya Mulya angkatan 2013 bisa mendapatkan informasi lebih mengenai klub-klub tersebut.

Setelah menyimak tiap klub yang ada tersebut, kami diwajibkan untuk memilih salah satu dan maksimal dua dari klub-klub tersebut. Hal ini dilakukan agar kami sebagai mahasiswa Prasetiya Mulya juga mau untuk mengembangkan potensi non akademis kami selain potensi akademis yang dilakukan dalam perkuliahan. Pendaftaran anggota klub dilakukan dengan cara menuliskan data pribadi yang diperlukan di stan-stan tiap klubnya. Stan digelar di study hall (Hadi Budiman Hall).

Acara pada hari ini ditutup dengan penutupan IP 2013 yang menandakan berakhirnya program IP untuk tahun ini (tidak ada IP di hari-hari selanjutnya). Penutupan dilakukan dengan penunjukkan hasil perolehan poin, film pendek mengenai IP 2013, dan sepatah kata dari ketua IP 2013 dan Mas Farrel. Dengan ini pula, kami, Prasmulyan angkatan 2013 diterima sebagai “anak bungsu” yang lebih matang dan siap untuk berkembang di kampus ini.

Dalam akumulasi poin dari hari-hari IP berjalan, kelompok 25 yang diketuai Chifa menang sebagai kelompok terbaik (poin terbanyak). Kami sedikit kecewa dengan perolehan poin kami yang tidak masuk dalam separuh tertinggi. Hal ini bisa disebabkan karena poin kami yang banyak berkurang di hari terakhir ini. Dimulai dari Kevin yang mengunjungi “pesta ulang tahun neneknya” yang dari Korea Selatan, Clay datang terlambat, dan Otto yang memecahkan telur di saat-saat terakhir, saat mendengarkan presentasi MYOP. Semangat “poin didapat untuk ditukarkan” sangat kami jalankan pada hari ini.

Walau bukan menjadi kelompok yang terbaik, termasuk peringkat setengah ke bawah dalam program IP ini, kami tetap senang dan bangga dalam persatuan kelompok kami yang kokoh. Banyak suka-duka yang kami alami bersama dalam IP ini bersama kakak lodestar kami, Leonardus Nugraha. Banyak pula petuah dan nasehat yang diberikan oleh kakak PD kami, Julius Linardi untuk diri kami ke depan. Akhir dari IP ini bukanlah akhir dari persatuan kelompok kami, namun menjadi awal persatuan kami dalam bekerja sama menghadapi perkuliahan yang sesungguhnya.

Kamis, 12 September 2013

Wawancara Petugas Sekuriti Prasetiya Mulya

Clay - Marcelina - Kevin - Erdo - Bryan - Pak Rohma Hidayat - Levina - Yurisa - Benny - Jansen - Otto

Pada hari ini kelompok kami mewawancarai salah satu petugas security Prasetiya Mulya yang bernama Bapak Rohma Hidayat. Pak Rohma Hidayat telah bekerja selama dua tahun di Prasetiya Mulya.

Selama bekerja di Prasetiya Mulya pastinya Bapak Rohma Hidayat pernah mengalami beberapa kendala. Mahasiswa Prasetiya Mulya banyak yang susah untuk diatur dan bandel. Sebagai contoh, banyaknya mahasiswa Prasetiya Mulya yang susah diatur dalam tata cara memarkir. Setiap kali dibilang untuk parkir di dalam, mereka selalu tidak mendengar perkataan tersebut. Bahkan, ada beberapa mahasiswa yang parkir secara paralel tetapi menggunakan rem tangan. Pada akhirnya, Pak Rohma Hidayat dan beberapa petugas sekuriti lainnya merasa kesulitan dengan kondisi tersebut.

Tetapi Bapak Rohma Hidayat tidak pernah mengenal lelah. Selama bekerja di sini, Bapak Rohma Hidayat selalu merasa sangat senang karena adanya rasa kekeluargaan yang erat antara staff Prasetiya Mulya yang satu dengan yang lain. Mahasiswa Prasetiya Mulya juga dikenal baik dalam tutur kata dan berperilaku dan walaupun terkadang ada beberapa mahasiswa yang suka ngeyel. Di Prasetiya Mulya, masalah keamanan dan kebersihan sangat minim terjadi. Hal yang paling parah yang pernah terjadi hanyalah mahasiswa-mahasiswa yang merokok sehingga menggaggu keamanan dan kebersihan Prasetiya Mulya.

Menurut petugas keamanan yang berasal dari Padeglang ini, sifat kekeluargaan dan sistem kebijakan yang diberikan Prasetiya Mulya sangat perlu dipertahankan karena dapat menuntaskan masalah lebih cepat dan tepat. Bapak Roma Hidayat sangat berharap bahwa di kemudian hari para mahasiswa Prasetiya Mulya bisa menjadi lebih mudah diatur dan mau mendengerkan nasehat yang diberikannya dan rekan-rekan kerjanya.

Wawancara Student Board Prasetiya Mulya

Beberapa hari yang lalu, kelompok kami mewawancarai salah satu kakak Student Board yang bernama Kak Yusuf Heryanto yang menjabat sebagai koordinator Financial & Research Development. Sesuai apa yang dikatakan Kak Yusuf, awalnya ia ingin kuliah di Monash University. Tetapi karena orang tua yang tidak ingin jauh dengannya, maka ia memilih Prasetiya Mulya yang kebetulan berlokasi dekat dengan rumahnya, serta Prasetiya Mulya merupakan sekolah bisnis nomor satu di Indonesia.

Kak Yusuf bercita-cita untuk menjadi seorang eksekutif yang sekaligus wirausahawan. Hal itu karena seorang eksekutif yang sekaligus wirausahawan bisa mendapat banyak kenalan karena ia berada di suatu lembaga. Sedangkan seorang wirausahawan sangat membutuhkan adanya koneksi dalam dunia bisnis. Kak Yusuf merasa untuk mewujudkan cita-cita tersebut tidak cuma bisa diwujudkan jika kuliah di Prasetiya Mulya karena masih banyak kampus yang baik di Indonesia. Tetapi kenapa harus Prasetiya Mulya ? Bukan kampus lain?

Prasetiya Mulya memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh kampus manapun. Perbedaan itu seperti, di Prasetiya Mulya yang ditanamkan adalah hasil bukan jadi sesuatu yang bisa dilihat, namun kita harus melihat proses pencapaian untuk menjadi sebuah hasil tersebut. Selain itu Prasetiya Mulya menawarkan sesuatu yang tidak ditawarkan kampus lain, seperti memberikan hampir seluruh hal yang dibutuhkan oleh seorang entrepreneur dan mata kuliah jangkar seperti Technology Based Business dan Analytical and Creative Thinking (ACT). Menurut Kak Yusuf, di Prasetiya Mulya kita membutuhkan time management karena banyaknya aktivitas selama menjadi mahasiswa Prasetiya Mulya.

Clay - Levina - Yurisa - Marcelina - Benny - Kak Yusuf - Otto - Erdo - Bryan - Jansen - Kevin

Menurut Kak Yusuf, di Prasetiya Mulya kita perlu menyeimbangkan time management karena banyaknya aktivitas selama menjadi mahasiswa Prasetiya Mulya. Sebagai contoh, apabila kita menjadi kepanitiaan dalam entrepreneur day. Hari acara dilaksanakan 2 hari setelah hari ujian sedangkan kepanitiaan baru dibentuk sebulan yang lalu, dan kita harus mempersiapkan itu semua sekaligus mempersiapkan ujian. Tidak dipungkiri, hal itu akan membuat waktu luang kita berkurang bahkan hampir tidak ada sama sekali. Maka untuk itu, kita harus mempersiapkan mental kita agar kita tidak panik jika menghadapi kondisi seperti itu.

Tidak hanya time management, kita juga membutuhkan communication skill. Sebagai contoh, pada saat membuat tugas kepanitiaan. Jika itu semua kita kerjakan sendiri maka akan menghabiskan waktu yang lama. Tetapi jika dibagi-bagi menjadi beberapa orang yang mengerjakannya maka akan menghabiskan waktu yang lebih cepat dan efisien.

Kak Yusuf juga berpendapat bahwa kita juga perlu memiliki skala prioritas. Kita harus dapat memilah-milah mana yang lebih penting dan patut diutamakan. Seperti sekolah, keluarga, teman, Tuhan, dan organisasi. Tentunya semua hal penting, tetapi semua itu harus diatur dengan baik agar tidak terjadi bentrok.

Tips lain yang Kak Yusuf juga berikan bagi kelompok kami adalah kita semua harus percaya bahwa kegiatan Introductory Program (IP) adalah hal yang mulia dan mendidik seumur hidup. Dalam IP semua mahasiswa baru Prasetiya Mulya dididik untuk menghadapi tugas yang sangat menumpuk. Padahal di kenyataannya (selama menjalani kehidupan di kampus), Kak Yusuf merasa beban yang ditanggung tidaklah sebanyak itu, kira-kira hanya setengahnya. Tumpukan tugas bisa meningkat di saat-saat akhir menuju ujian, namun tidak separah yang dihadapi saat IP. Untuk itulah mengapa IP diprogram untuk mempersiapkan mental mahasiswa baru Prasetiya Mulya agar dapat mengerjakan tugas yang menumpuk tersebut.

Pertemuan IP ke-10: Pemberian Tugas Terakhir IP

     

Setelah parodi pertama ditampilkan, acara dilanjutkan dengan penampilan parodi kedua yaitu parodi dengan tema ‘Tutup Balsem’. Cerita dari parodi yang kali ini sangatlah lucu dan membuat banyak kelompok tertawa terbahak-bahak karena mengandung unsur humor yang sangat bagus.  Setelah parodi ‘Tutup Balsem’ ini membuat seisi ruangan IP tertawa, acara dilanjutkan dengan penampilan yel-yel kelompok bagi kelompok yang belum maju untuk menampilkan yel-yel nya. Pada awalnya banyak kelompok yang ingin menampilakn yel-yel nya tapi lama kelamaan, penampilan yel-yel dipiih secara acak sesuai dengan kemauan MC yaitu Kak Chani dan Kak Stasya. Pada hari ini banyak kelompok yang menampilkan yel-yel nya. Selain karena kami semua sangat antusias dalam menampilkan yel-yel, waktu dalam penampilan yel-yel kelompok juga sangatlah lama sehingga banyak kelompok yang dapat menampilkan yel-yel nya. Acara penampilan yel-yel dipotong dahulu karena aka nada penjelasaan dari Kak Anthony selaku dari ketua angkatan 2012. Kak Anthony menjelaskan beberapa hal tentang kekompakan angkatan dan juga tentang tugas yang akan dilakukan oleh 1 angkatan 2013 ini. 

Beberapa tugas yang diberi adalah bahwa kita diharuskan mengikuti ‘Welcoming Night’ yang akan diadakan pada tanggal 30 September 2013 dengan memakai dresscode ‘Superhero’. Tugas kedua adalah kami disuruh untuk membuat parodi angkatan, dimana harus ada minimal 30 orang untuk memainkan drama parodi tersebut. Tugas ketiga adalah kita disuruh untuk membuat flashmob angkatan. Setelah pembacaan tugas dilakukan, Kak Chani dan Kak Stasya tiba-tiba melakukan sebuah lelucon dengan menarik beberapa orang dari mahasiswa angkatan 2013 untuk maju ke atas panggung dan menarik beberapa panitia seperti lodestar atau dari berbagai divisi untuk mencari kemiripan kakak-kakak panitia dengan mahasiswa baru angkatan 2013. Ternyata tak disangka banyak sekali para mahasiswa angkatan 2013 yang mempunyai kemiripan dengan kakak-kakak kelas. Bahkan lodestar kami pun yaitu Kak Leo mempunyai kembaran yang berasal dari angkatan 2013! Pengumuman skor untuk sesi pertemuan IP ke 10 ini ditampilkan dan kelompok kami mendapatkan skor yang cukup tinggi yaitu 290 . Setelah skor diberitahu acara kemudian ditutup dengan doa dan juga dengan menyanyikan mars Prasetiya Mulya.

Kami mengawali pertemuan IP ke 10 hari ini seperti biasa nya yaitu kami mulai masuk ke dalam lapangan tempat IP dilaksanakan. IP pada pada hari ini dimulai pukul 18.30 WIB. Sebagian dari kelompok kami ada yang mendapatkan jadwal kuliah pada pukul 17.00 hingga 18.40. Mereka yang mendapatkan jadwal kuliah pada jam yang bersamaan dengan dilaksanakan nya IP adalah Otto, Yurisa, Marcelina, dan Levina. Sisa dari kelompok kami tidak ada kelas pada jam tersebut sehingga kami datang pada tepat waktu. Kegiatan IP ini diawali dengan pembukaan doa oleh salah satu mahasiswa dari IP ini. Awalnya kelompok kami ingin maju untuk memimpin doa pada sesi IP ini tetapi kami tidak ditunjuk oleh MC dan kami tidak dapat memimpin doa pada IP kali ini. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan menyanyikan mars Prasetiya Mulya, dan pada kali ini juga kelompok kami tidak mendapat kesempatan memimpin mars Prasetiya Mulya . Setelah mars Prasetiya Mulya dinyanyikan, seperti biasa acara dilanjutkan dengan menampilkan parodi dari the worst team pada pertemuan IP yang ke 9. Karena pada pertemuan IP yang lalu ada kelompok yang tidak bisa menampilkan parodi nya, maka pada kali ini ditampilkan 2 parodi . Parodi yang pertama adalah parodi yang bertemakan ‘coboy’ . Cerita dari Coboy ini kurang begitu jelas sebenarnya tapi bisa dibilang cukup lucu karena cerita dalam parodi ini dikaitkan dengan parodi ‘Captain Tsubasa’ . 


Senin, 09 September 2013

Pertemuan IP Ke-9: Sharing Menjadi Pramulyan yang Baik

Pada pertemuan IP ke-9 diadakan pukul 18.30, berbeda dari IP sebelumnya yang biasanya diadakan pukul 18.00 WIB. Seperti biasanya IP diawali dengan berdoa dan menyanyikan lagu mars Prasetiya Mulya, lalu dilanjutkan dengan acara parodi, tetapi ternyata kelompok yang akan mempertunjukkan parodi ada 2 orang dari kelompok mereka yang masih kelas, sehingga parodi pun diundur. Kemudian acara pun dilanjutkan, tetapi sebelum acara dilanjutkan ada pendatang MC baru yang pernah menjadi MC 2 tahun berturut-turut sebelumnya, mereka bernama kak Stasha dan Kak Cani. Ini untuk pertama kalinya MC kami dua-duanya adalah wanita, dan ternyata mereka sangat asik, lucu dan menarik. Kemudian acara pun kembali dilanjutkan dengan penampilan yel-yel setiap kelompok, dan seperti biasa setiap kelompok berlomba-lomba ingin maju untuk mempertunjukkan yel-yelnya. Kami pun juga mengajukkan diri untuk menampilkan yel-yel kami, dan setelah berlomba-lomba untuk menampilkan yel-yel setiap kelompknya, akhirnya kami  mendapatkan kesempatan menampilkan yel-yel kami, dan kami pun sangat lega setelah menampilkan yel-yel kami karena kami telah menampilkan perform kami semaksimal mungkin. Setelah beberapa kelompok maju menampilkan yel-yelnya, acara pun dilanjutkan dengan presentasi tentang Social Event angkatan 2013. Pada presentasi tersebut dijelaskan tentang visi, misi dari acara tersebut, lalu tentang acara apa saja yang akan dilakukan dalam social event dan susunan acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 Oktober 2013. Setelah mempresentasikan Social Event, kita diberi kesempatan untuk mengutarakan ide-ide kita untuk acara Social Event tersebut, sehingga kita sebagai satu angkatan tetap dapat berpartisipasi, kompak, dan seimbang dalam penyelenggraraan Social Event ini. Lalu acara pun dilanjutkan dengan sosialisi tentang film angkatan 2013, mereka hanya menginformasikan sedikit tentang film angkatan yang akan dibuat. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sharing dari perwakilan kakak Lodestar dan kakak SB tentang menjadi mahasiswa/i Prasetiya Mulya  yang baik. Mereka menceritakan bagaimana kita harus siap menjadi Prasmulyan dan apa aja etika-etika yang harus kita lakukan sebagai mahasiswa/i  Prasetiya Mulya. Dan tiba-tiba terkejut ketika kakak-kakak lodestar dan kakak SB tengah menceritakan pengalaman mereka, mereka menyebutkan sebuah contoh etika yang tidak patut dicontoh dan tidak baik, yaitu parodi soto kudus, kami benar-benar sangat terkejut akan hal tersebut, ternyata parodi yang kami tampilkan tidak sesuai dengan etika yang baik. Kami pun tersadar akan kesalahan kami yang menampilkan parodi yang tidak patut dipertunjukkan dan kami menjadikan itu sebagai pelajaran buat kami untuk beretika dalam melakukan sesuatu. Kemudian acara pun di lanjutkan lagi dengan pemberitahuan tentang tugas  kita selanjutnya dan setelah itu di lanjutkan dengan pengumuman tentang point sementara kami, dan kelompok kami terlolos dari point terendah, namun tidak menjadi kelompok terbaik, tetapi point kami dari hari kehari semakin menunjukkan sisi postif kami mendapat poin 135 dan kami akan terus mempertahankan performa kita dan terus meningkatkannya agar menjadi kelompok yang terbaik.

Pada IP hari ini kami mendapatkan pelajaran bahwa kita harus menjaga etika kita dalam melakukan sesuatu , karena dari etika yang kita tunjukkan akan menunjukkan siapa diri kita dimata orang lain. Jadi, kami harus benar-benar menjaga sikap dan etika kita, karena selain menjaga harga diri kita dihadapan orang lain, kita juga membawa nama Prasetiya Mulya dipunggung kita, itu merupakan tanggung jawab yang harus kita pertanggung jawabkan.

Minggu, 08 September 2013

Harta Karun Treasure Hunt

Seperti yang telah kami tuliskan di post sebelumnya bahwa hari Sabtu, 7 September 2013 kemarin kami melakukan Treasure Hunt. Treasure Hunt adalah game yang diselenggarakan oleh panitia IP untuk kami mahasiswa/i baru tahun 2013 yang berisikan 10 pos jaga yang harus kami datangi sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Tidak hanya itu, kami juga harus melakukan permainan yang disediakan tiap-tiap pos yang berhadiah harta karun alias pesan moral. Dari 68 kelompok, kami dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Kelompok kami, Budi Handuk, yang terdiri dari  kelompok 36 sampai 42.

Pertama, kami mendapatkan clue "T.P.A.P.M.B.S". Pada awalnya kami tersesat hingga mengelilingi seluruh kampus. Setelah kami sampai di pos tersebut, yang teryata berada tepat di depan ruang IP, kami langsung disuruh untuk mengambil atribut kami–sampah yang kami kumpulkan seperti kaleng, kertas bekas, dan plastik kemasan. Peraturan dari permainan ini adalah si buta diinstruksikan untuk mengambil sampah yang diberi tahu lokasinya oleh si tuli dan si tuli diberi instruksi oleh si bisu tentang posisi sampah tersebut. Kami sangat bersemangat memainkan permainan ini walau sulit dimainkan hingga kami tidak dapat memasukkan satu sampah pun ke dalam tempatnya. Di sini kami belajar untuk lebih memercayai teman kami yang memberi instruksi dan bergerak cepat.

Setelah selesai dari pos ke-8, kami langsung menuju ke pos ke-9 dengan clue “Tempat yang paling dekat dengan dapur”, yakni di belakang kantin. Nama dari pos ini adalah “Make your own dragon”. Di pos ini, kami memainkan game menyambungkan barang-barang yang kami miliki selain tas dan name tag IP. Kami memainkan game ini dalam dua ronde. Dalam ronde ke-2, kami bergabung dengan kelompok lainnya yang merupakan kelompok terpanjang dalam ronde pertama. Namun pada hasilnya, kami mendapatkan juara terakhir karena kami terlalu meremehkan dan kurang sigap.

Berbekal clue “Semua berawal dari sini” yang didapat dari pos ke-9, kami pun pergi menuju lobi utama Prasmul untuk bermain game “perahu kertas”. Di pos ke-10 ini, kami bermain dengan koran bekas yang digunakan sebagai pijakan untuk berjalan menuju lokasi seberang (garis finis) tanpa menginjak tanah. Kita hanya disediakan 3 lembar koran, oleh karena itu kami perlu menyusun strategi dan kerja sama yang tinggi di antara anggota, seperti saling mengingatkan dan sabar. Strategi yang kami gunakan  yaitu merobek semua koran menjadi beberapa bagian sehingga jumlah koran dapat dipakai untuk berjalan lebih mudah. Pada akhirnya kami menang sebagai juara I dalam permainan ini.

Kami pun melanjutkan ke pos berikutnya di mana kami harus memainkan game “tebak lagu”. Di pos ini, ada anggota kelompok kami yang maju dan menggerakkan tubuh mereka untuk memberikan petunjuk tentang lagu yang dimaksud oleh kakak-kakak PD dan Lodestar. Setelah berhasil ditebak, maka harus berganti anggota dengan anggota yang akan maju selanjutnya. Kami tidak mencapai target untuk menebak 25 lagu (hanya 20 lagu terjawab). Dalam permainan ini, kami mendapatkan pelajaran moral di mana kerja sama dalam saling mengerti satu sama lain dalam kelompok dan fokus sangat diperlukan.

Selanjutnya kami menuju ke pos ke-2. Petunjuk “No slippers, no backpack” menuntun kami untuk pergi ke perpustakaan. Di pos ini kami diminta untuk memainkan games berhitung di mana saat berhitung pada angka kelipatan 3 ataupun angka yang menganndung angka 3 (seperti 3, 6, 13, dan lainnya) kami harus mengucapkan “Dor!”. Dengan pengawasan dari Kak Andi, kami menghitung angka-angka tersebut. Kami cukup kesal saat harus mengulang kembali dari awal jika salah berhitung dan hanya mencapai angka 43 saja, bahkan menurun menjadi 40 saat di ronde ke-2. Di sini sangat jelas bahwa kami dituntut untuk memiliki tingkat fokus yang tinggi untuk memperhatikan kelompok sehingga tugas dapat dilanjutkan secara terus-menerus dan tidak perlu pengulangan

Seusai menuntaskan pos ke-5 kami, kami mendapat clue “Aku berada di telur yang dapat berisikan 450 orang” untuk bisa sampai ke post berikutnya. Sesampainya di lokasi, R. Auditorium, kami diajak untuk membuat satu lingkaran, bersalaman dengan teman di seberangnya dengan tangan kanan, kemudian tangan kiri bersalaman dengan teman di sampingnya. Kedua tangan itu tidak boleh dilepas hingga menjadi suatu lingkaran. Di sini kita diajarkan untuk bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah yang kita alami. Bagaikan sebuah benang yang kusut, jika kita tidak menyelesaikannya dengan baik, maka masalah itu tidak akan pernah usai. Komunikasi yang baik juga adalah kunci untuk menyelesaikan semua masalah itu.

Setelah waktu istirahat selesai pada pukul satu siang, kami melanjutkan Treasure Hunt kami ke lantai 3. Kami mendapat clue “Aku berada di lantai 3 dan dapat digabung dengan ruangan lainnya” yang mengarahkan kami ke ruang 301-303. Kami semua diarahkan untuk masuk ke dalam ruangan dan duduk dengan teratur, satu kelompok mejadi dua banjar. Kak Icat menjelaskan bahwa kami akan memainkan game “cerdas cermat”. Permainan ini dibagi dalam dua babak di mana pada babak pertama, kelompok kami mendapatkan nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lain. Tetapi pada babak ke-2, kelompok kami jarang menjawab dengan benar sehingga kelompok kami merosot ke peringkat ke- 4 di akhir permainan. Tetapi kami tetap puas dengan hasil tersebut karena kami sudah berusaha secara maksimal dan mendapatkan moral di permainan ini: kami harus memiliki kemampuan untuk mendengarkan orang lain dan memberikan orang lain kesempatan untuk berbicara. Tidak hanya itu, kami bisa mengenal Prasetiya Mulya Business School menjadi lebih dalam lagi.

Kami diberi petunjuk “Prasmuliyan dapat bertanya apa saja kepadaku “ seusai dari pos ke-7 kami. Kami berjalan ke depan kantor administrasi Prasetiya Mulya yang berada di gedung William Soerjadjaja. Di sana, kakak-kakak PD, Lodestar, dan panitia lain telah menunggu kami. Kami diperintahkan untuk mengumpulkan kertas biodata kami, dan menggunakan buku tulis dan alat tulis kami untuk memainkan game tersebut. Dalam pos ini kami diberikan pertanyaan mengenai data dari salah satu anggota kelompok kami dan menuliskannya di buku tulis. Kami diberikan waktu 5 menit untuk menghafal biodata seluruh anggota kelompok kami.  Saat anggota yang biodatanya akan ditanyakan, anggota tersebut harus maju satu langkah dan anggota lainnya harus menuliskan data diri yang ditanya di kertas selama 5 detik. Game ini sangat menarik. Kami harus mengingat biodata anggota kelompok kami sehingga menjadi semakin akrab. Akhirnya kami hanya mendapatkan 6 poin dari target 7 poin. Walau kami tidak menang, kami sangat senang.

Di pos ke-6, kami melihat banyak ember yang berisikan air dan tali rafia yang dipegang oleh kakak-kakak panitia. Dengan ember dan tali raffia tersebut, kami diminta untuk mengangkat ember tersebut dengan tali rafia yang dipegang dengan satu tangan saja, tanpa memegang ember dan membuat simpul pada tali. Walau mendapatkan sedikit masalah di saat-saat pertama, kami tetap dapat mengatasinya dengan sigap sehingga ember dapat diangkat dengan mudah dan berhasil menjadi kelompok tercepat kedua. Tidak terbayangkan oleh kami yang awalnya kalah start. Melalui permainan ini kami belajar bahwa kami harus konsentrasi, sabar, teliti, dan mempunyai komunikasi yang baik antar anggota.

Setelah usai melewati pos ke-7, kami diberikan petunjuk “Tiga awan oranye”. Ternyata study hall menjadi lokasi terakhir kami, pos “Prasmul Pintar”. Di pos ini, kami diminta untuk memainkan  game yang sangat mirip dengan acara televise EatBulaga, di mana kami harus memberikan clue ke salah satu teman kami dengan hanya menjawab tiga kata – ya, tidak, dan bisa jadi. Apabila pemberi petunjuk memberikan clue di luar tiga kata tersebut, maka pasangan harus bertukar dengan pasangan berikutnya. Kami gagal di pos ini. Kami tidak dapat menjawab satu pun pertanyaan yang ada. Game EatBulaga ini mengajarkan kami untuk fokus mendengarkan orang lain, berpikir cepat, dan berwawasan luas.


Seusai dari pos ini, kami pun kembali ke ruangan IP untuk melanjutkan acara. Dalam keletihan dan rasa kantuk, kami sangat senang dan puas dengan permainan yang telah kami selesaikan ini. Kami puas dengan jumlah poin yang kami kumpulkan dalam Treasure Hunt ini – 71 poin.

Pertemuan IP ke-8: Treasure Hunt, Hari IP Terbahagia

(atas) Erdo - Clay - Levina - Marcelina - Yurisa
(bawah) Jansen - Benny - Otto - Kevin - Bryan
Kami sedang menirukan gaya "tangan gatal" yang dipopulerkan oleh Kak Wening

Hari Sabtu, 7 September 2013 ini adalah hari ke-8 Introductory Program. Kami semua berkumpul di kampus, tepatnya di lapangan olahraga tempat IP dimulai, pada pukul 8 pagi, kecuali Yurisa dan Otto. Mereka datang telat karena harus mencetak tugas CV dan cover letter yang harus dikumpulkan saat itu juga. Hal ini disebabkan karena terjadi miskomunikasi oleh Otto kepada Yurisa sehingga tugas CV dan cover letter milik anggota lainnya tidak segera dicetak dan akhirnya terlambat.

Walau datang terlambat dan tugas telat terkumpul, kami senang karena kami dapat mengumpulkan semua tugas yang telah kami buat hingga larut dini hari pada hari ini. Kami juga senang dapat membawa berbagai macam tanaman hijau sebagai hadiah kami untuk ulang tahun Prasetiya Mulya yang ke-31 agar dapat ditanam di area kampus sebagai program penghijauan wilayah kampus sehingga lebih terasa teduh. Mas Farrel menyampaikan bahwa tanaman-tanaman ini adalah kado terindah bagi Prasetiya Mulya dari angkatan 2013.

Kami diberi info bahwa IP hari ini berbeda dengan IP biasanya karena hari ini kami melakukan Treasure Hunt. Treasure Hunt adalah game yang diselenggarakan oleh kakak-kakak panitia di mana kami harus mendatangi 10 pos jaga dan melakukan games yang bermanfaat bagi kinerja kelompok kami. Dari 68 kelompok, kami semua dibagi menjadi 7 kelompok besar untuk memainkan game ini. Kami masuk kedalam kelompok Budi Handuk yang berisi dari kelompok 36 sampai kelompok 42. Ini sangat menyenangkan karena kami dapat berinteraksi dengan kelompok lain dan menghilangkan kejenuhan kami dari tugas-tugas yang menumpuk.

Walau terkesan sangat menyenangkan di depan, beberapa dari kami merasakan beberapa ketakutan juga. Hal pertama yang kami takutkan adalah masalah kurang tidur. Walau kami telah diperingatkan oleh kakak-kakak panitia untuk cukup tidur agar dapat menghadapi Treasure Hunt ini (tidak diberitahukan saat malam itu), kami tetap tidak tidur cukup agar dapat menyelesaikan tugas CV dan cover letter yang menjadi tanggung jawab kami masing-masing. Hal kedua yang kami takutkan adalah tidak sarapan sebelum acara dimulai. Bisa menjadi cukup fatal jika tidak memiliki asupan yang cukup sebelum melakukan aktivitas yang cukup berat seperti Treasure Hunt. Namun, apapun bentuk ketakutan tersebut, kita harus dapat mengikuti Treasure Hunt dengan baik hingga selesai.

Ada 10 permainan yang kami ikuti. Beberapa di antaranya adalah permainan si buta, si bisu, dan si tuli, “make your own dragon”, perahu kertas, simpul tangan, tebak lagu, tebak biodata masing-masing anggota, menyeberangkan ember, cerdas cermat, dan permainan-permainan lainnya. Semua permainan tersebut memiliki nilai, pesan, dan moral tertentu yang sangat kami perlukan dalam meningkatkan kinerja kelompok kami. Perincian mengenai hal ini akan disampaikan melalui post berikutnya yang akan membahas mengenai acara Treasure Hunt yang kami alami secara khusus. (link diberikan di sini)

Setelah acara Treasure Hunt selesai, kami semua diminta untuk berkumpul kembali di lapangan olahraga. Walaupun terasa lelah, kami sangat senang telah mengikuti semua permainan dalam Treasure Hunt tadi. Tidak hanya karena kami dapat mengumpulkan 71 poin tambahan karena menang menjadi 3 besar dalam beberapa permainan, kami juga senang karena tidak ada di antara kami yang celaka akibat kurang tidur dan tidak sarapan tadi. Kami semua telah melalui ketakutan kami dengan penuh semangat dan saling mendukung antar anggota.

Secara keseluruhan, hari ini adalah hari yang paling menyenangkan sepanjang IP yang telah kami lalui. Tidak ada marahan-marahan atauapun bentakan-bentakan dari kakak-kakak PD. Bahkan sebaliknya: Kakak Wandi ikut bebas lepas ceria bersama kami semua, angkatan 2013, dan kakak-kakak MC, hingga kakak-kakak PD yang ikut melihat apa yang terjadi di panggung pun ikut tertawa lebar. Kebahagiaan ini hadir karena adanya gerakan “selamat pagi” dan “tangan gatal” yang baru diajarkan oleh Kakak Wening, serta kehadiran mesin blower yang membuat seluruh seisi ruangan menjadi katrok.